Berdasarkan tugas pokok Kepala Desa dalam Kepemimpinnya yang menyangkut penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, dimana ada empat peran Kepala Desa dalam pembangunan infrastruktur yang ada di kelurahan. Peran Kepemimpinan Kepala Desa menggunakan prinsip-prinsip manajemen sesuai teori yang dikemukakan oleh Siagian (1996:107): yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian motivasi, pengawasan, dan pengambilan keputusan.
1. Kepemimpinan Sebagai Perencana
Seorang pemimpin perlu membuat perencanaan yang menyeluruh bagi manajemen organisasi dan bagi diri sendiri selaku penanggung jawab tercapainya tujuan organisasi. Manfaat – manfaat tersebut antara lain :
a. Perencanaan menejemen merupakan hasil pemikiran dan analisa situasi dalam pekerjaan untuk memutuskan apa yang akan dilakukan.
b. Perencanaan berarti pemikiran jauh ke depan disertai keputusan-keputusan yang berdasarkan atas fakta-fakta yang diketahui.
c. Perencanaan berarti manajemen proyeksi atau penempatan diri ke situasi pekerjaan yang akan dilakukan dan tujuan atau target yang akan dicapai.
2. Kepemimpinan Sebagai Motivasi
Seorang pemipin perlu selalu bersikap penuh perhatian terhadap anak buahnya. Pemimpin harus dapat memberi semangat, membesarkan hati, mempengaruhi anak buahnya agar rajin bekerja dan menunjukkan prestasi yang baik terhadap organisasi dan manajemen yang dipimpinnya. Pemberian anugerah yang berupa ganjaran, hadiah, piujian atau ucapan terima kasih sangat diperlukan oleh anak buah sebab mereka merasa bahwa hasil jerih payahnya diperhatikan dan dihargai oleh pemimpinnya.
Di lain pihak, seorang pemimpin harus berani dan mampu mengambil tindakan terhadap anak buahnya yang menyeleweng, yang malas dan yang telah berbuat salah sehingga merugikan organisasi, dengan jalan memberi celaan, teguran, dan hukuman yang setimpal dengan kesalahannya. Untuk melaksanakan fungsi fungsi ini sebaik- baiknya, seorang pemimpin perlu menyelenggarakan daftar kecakapan dan kelakuan baik bagi semua pegawai sehingga tercatat semua hadiah maupun hukuman yang telah diberikan kepada mereka.
3. Peran Kepemimpinan sebagai pengambil keputusan
Pengambilan keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah dilakukan. Oleh sebab itu banyak pemimpin yang menunda untuk melakukan pengambilan keputusan. Bahkan ada pemimpin yang kurang berani mengambil keputusan. Metode pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individu, kelompok tim atau panitia, dewan, komisi, referendum, mengajukan usul tertulis dan lain sebagainya.
Dalam setiap pengambilan keputusan selalu diperlukan kombinasi yang sebaik baiknya dari :
a. Perasaan, firasat atau intuisi
b. Pengumpulan, pengolahan, penilaian dan interpretasi fakta-fakta secara rasional – sistematis.
c. Pengalaman baik yang langusng maupun tidak langsung
d. Wewenang formal
4. Peran Kepemimpinan Sebagai Pengawas
Fungsi pengawasan merupakan fungsi pemimpin untuk senantiasa meneliti kemampuan pelaksanaan rencana. Dengan adanya pengawasan maka hambatan-hambatan dapat segera diketemukan, untuk dipecahkan sehingga semua kegiatan kembali berlangsung menurut rel yang elah ditetapkan dalam rencana.
Tjokroamidjojo dalam Mustopadidjaja, (1998 : 51) Dalam kaitanya dengan permasalahan fenomen yang terjadi, khsusnya dalam manajemen kepemimpinan infrastrukutur pembangunan berkembang karena adanya lembaga-lembaga organisasi social, politik, dan perekonomiannya, agar pembangunan dapat berhasil. Dari sudut praktik, administrasi pembangunan merangkum dua kegitan besar dalam suatu kesatuan pengertian, yakni administrasi dan administrasi pembanguanan, baik dalam tatanan teoritik maupun dalam pemahaman praktik mengenai kepemimpinan manajemen organisasi dan pembangunan Di Desa.
1. Kepemimpinan Sebagai Perencana
Seorang pemimpin perlu membuat perencanaan yang menyeluruh bagi manajemen organisasi dan bagi diri sendiri selaku penanggung jawab tercapainya tujuan organisasi. Manfaat – manfaat tersebut antara lain :
a. Perencanaan menejemen merupakan hasil pemikiran dan analisa situasi dalam pekerjaan untuk memutuskan apa yang akan dilakukan.
b. Perencanaan berarti pemikiran jauh ke depan disertai keputusan-keputusan yang berdasarkan atas fakta-fakta yang diketahui.
c. Perencanaan berarti manajemen proyeksi atau penempatan diri ke situasi pekerjaan yang akan dilakukan dan tujuan atau target yang akan dicapai.
2. Kepemimpinan Sebagai Motivasi
Seorang pemipin perlu selalu bersikap penuh perhatian terhadap anak buahnya. Pemimpin harus dapat memberi semangat, membesarkan hati, mempengaruhi anak buahnya agar rajin bekerja dan menunjukkan prestasi yang baik terhadap organisasi dan manajemen yang dipimpinnya. Pemberian anugerah yang berupa ganjaran, hadiah, piujian atau ucapan terima kasih sangat diperlukan oleh anak buah sebab mereka merasa bahwa hasil jerih payahnya diperhatikan dan dihargai oleh pemimpinnya.
Di lain pihak, seorang pemimpin harus berani dan mampu mengambil tindakan terhadap anak buahnya yang menyeleweng, yang malas dan yang telah berbuat salah sehingga merugikan organisasi, dengan jalan memberi celaan, teguran, dan hukuman yang setimpal dengan kesalahannya. Untuk melaksanakan fungsi fungsi ini sebaik- baiknya, seorang pemimpin perlu menyelenggarakan daftar kecakapan dan kelakuan baik bagi semua pegawai sehingga tercatat semua hadiah maupun hukuman yang telah diberikan kepada mereka.
3. Peran Kepemimpinan sebagai pengambil keputusan
Pengambilan keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah dilakukan. Oleh sebab itu banyak pemimpin yang menunda untuk melakukan pengambilan keputusan. Bahkan ada pemimpin yang kurang berani mengambil keputusan. Metode pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individu, kelompok tim atau panitia, dewan, komisi, referendum, mengajukan usul tertulis dan lain sebagainya.
Dalam setiap pengambilan keputusan selalu diperlukan kombinasi yang sebaik baiknya dari :
a. Perasaan, firasat atau intuisi
b. Pengumpulan, pengolahan, penilaian dan interpretasi fakta-fakta secara rasional – sistematis.
c. Pengalaman baik yang langusng maupun tidak langsung
d. Wewenang formal
4. Peran Kepemimpinan Sebagai Pengawas
Fungsi pengawasan merupakan fungsi pemimpin untuk senantiasa meneliti kemampuan pelaksanaan rencana. Dengan adanya pengawasan maka hambatan-hambatan dapat segera diketemukan, untuk dipecahkan sehingga semua kegiatan kembali berlangsung menurut rel yang elah ditetapkan dalam rencana.
Tjokroamidjojo dalam Mustopadidjaja, (1998 : 51) Dalam kaitanya dengan permasalahan fenomen yang terjadi, khsusnya dalam manajemen kepemimpinan infrastrukutur pembangunan berkembang karena adanya lembaga-lembaga organisasi social, politik, dan perekonomiannya, agar pembangunan dapat berhasil. Dari sudut praktik, administrasi pembangunan merangkum dua kegitan besar dalam suatu kesatuan pengertian, yakni administrasi dan administrasi pembanguanan, baik dalam tatanan teoritik maupun dalam pemahaman praktik mengenai kepemimpinan manajemen organisasi dan pembangunan Di Desa.